1544691840

Kemperin Dorong Startup Industri Kreatif Bersaing di Era Digital

Jakarta – Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto menegaskan bahwa meningkatkan wirausaha rintisan (startup) di sektor industri kreatif sejalan dengan kesiapan mengambil peluang momentum bonus demografi yang akan dinikmati Indonesia pada 2030.

“lndustri kreatif di dalam negeri mampu memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian. Karena itu, kami terus melakukan peningkatan daya saing agar semakin kompetitif di kancah domestik hingga global, bahkan siap memasuki era ekonomi digital,” ujar Menperin di sela acara ‘Semarak Festival IKM 2018’ dan ‘Making Indonesia 4.0 Startup’. di Jakarta, Kamis (13/12).

Di era ekonomi digital, kata Menperin, salah satu langkah strategls yang perlu didorong adalah kemudahan access to market. Hal ini sesuai implementasi peta jalan Making Indonesia 4.0. “IKM tidak harus punya toko atau berjualan di mal. Saat ini, mereka bisa masuk ke e-commerce platform dan produknya dijual lewat distribusi network. Ini untuk empowerment IKM ke depannya, karena kunci industri 4.0 adalah peningkatan produktivitas,” kata Menperin.

Airlangga menyebutkan, kontribusi industri kreatif terhadap produk domestik bruto (PDB) dalam tiga tahun terakhir terus meningkat. Pada tahun 2015, sektor ini menyumbang sebesar Rp 852 triliun, sedangkan pada 2016 mencapai Rp 923 triliun,dan bertambah menjadi Rp 990 triliun di 2017. Tahun 2018 diproyeksi tembus hingga Rp 1.000 triliun.

Dirjen Industri Kecil Menengah (IKM) Kemperin Gati Wibawaningsih mengatakan, Semarak Festival IKM 2018 sejalan dengan empat hal dalam membentuk IKM sehingga berdaya saing, yaitu ciri khas produk, produk dan SDM berkualitas, pemanfaatan era digital, serta pola pemasaran yang baik.

Tahun ini Kemperin membuka pendaftaran bagi para startup lokal yang ingin mengikuti kompetisi ”Making Indonesia 4.0 Startup”. Dari kompetisi yang didukung Amazon Web Services Indonesia, Komunitas Robotika Indonesia hingga Asosiasi Cloud Computing ini, diambil lima peserta terbaik yang mendapatkan hadiah masing-masing Rp 50 juta. Sasaran kompetisi tersebut startup binaan perguruan tinggi, inkubator bisnis, pemerintah daerah, BUMN dan swasta.

Sementara dalam Semarak Festival IKM 2018 digelar pameran, talkshow, MoU hingga pemberian penghargaan one village one product (OVOP) bintang lima 5 kepada empat IKM hingga penghargaan ”Making Indonesia 4.0 Startup”.

IKM Dituntut Inovasi Kemasan
Kemperin terus meningkatkan daya saing IKM melalui perbaikan kualitas kemasan agar mampu bersaing di pasar internasional. Dalam kesempatan itu, Menperin Airlangga memberikan apresiasi kepada para pelaku IKM nasional yang sudah bisa menembus pasar ekspor karena produk yang dihasilkan beragam dan berkualitas. Contohnya IKM Dayang Songket yang rajin mempromosikan kain songket khas Sambas ke berbagai pameran di luar negeri seperti Malaysia, Brunei Darussalam, Jepang dan Belgia.

Data Sensus Ekonomi BPS tahun 2016 menyebutkan, jumlah unit usaha IKM mencapai 4,4 juta unit usaha dan menyerap tenaga kerja 10,5 juta tenaga kerja. Namun belum semua kemasan produk IKM berdesain menarik dan sesuai kebutuhan produk. Banyaknya kemasan yang masih sederhana ini disebabkan keterbatasan pengetahuan dan wawasan pengusaha IKM tentang kemasan, terbatasnya ketersediaan bahan kemasan serta berlakunya minimum order. Kondisi ini menyebabkan produk IKM menjadi kurang menjual, padahal mutunya sudah cukup baik.

Gati Wibawaningsih menambahkan, pihaknya telah memberikan dukungan bagi pelaku industri khususnya IKM untuk memperbaiki kualitas kemasan produknya dengan membentuk Klinik Desain Kemasan dan Merek sejak tahun 2003. “Klinik tersebut ikut berpartisipasi pada kegiatan bimbingan dan pendampingan teknis desain merek dan kemasan yang diselenggarakan oleh daerah,” jelas Gati.

Kemperin juga terus memacu IKM untuk naik kelas, yakni dengan pemanfaatan teknologi terkini sehingga dapat lebih mendongkrak pendapatannya. Misalnya, mengajak bergabung dalam program eSmart IKM yang bertujuan meningkatkan akses pasarnya melalui fasilitas internet marketing.

Share this post

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Share on pinterest
Share on print
Share on email